Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal hanya terdiri atas satu klausa. Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri dari predikat (P), baik diikuti oleh S, O, Pel dan Keterangan atau tidak. Klausa ditandai dengan keberadaan predikat (P) sebagai unsure wajib.
Contoh:
Mahasiswa berdiskusi.
Harga buku itu dua puluh ribu rupiah.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua pola dasar atau lebih.
Contoh:
Ibu berbelanja ke pasar, ayah pergi ke kantor, sedang adik pergi ke sekolah.
a. Kalimat majemuk setara, adalah kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang setara atau sederajat kedudukannya.
1) Kalimat majemuk setara sejalan atau gabungan. Kata penghubung yang dipakai adalah dan, lagi, lagipula, sedang, sedangkan, lalu, kemudian.
2) Kalimat majemuk setara berlawanan, yaitu kalimat majemuk setara yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang isinya menyatakan situasi berlawanan. Kata penghubung yang dipakai adalah tetapi, melainkan, padahal, hanyalah, walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, jangankan, namun.
3) Kalimat majemuk setara memilih, yaitu kalimat majemuk setara yang hubungan kalimat itu menyatakan pilihan.
b. Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri atas beberapa kalimat yang kedudukannya tidak setara, yaitu kalimat yang satu menjadi bagian dari kalimat yang lain.
1) Kalimat majemuk bertingkat pengganti subjek (S).
2) Kalimat majemuk bertingkat pengganti predikat (P).
3) Kalimat majemuk bertingkat pengganti objek (O).
4) Kalimat majemuk bertingkat pengganti keterangan (K).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar